Unmul Siap Ikuti Festival Tari Borneo Edisi ke VI

FTBVI201BannerJelang Festival Tari Borneo (FTB) VI, Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, terus melakukan persiapan. Terutama mempersiapkan tim tari yang akan mewakili Kampus Hijau–sebutan Unmul, pada ajang bergensi antar perguruan tinggi se-Borneo itu. Wakil Rektor Unmul Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin mengatakan, selaku tuan rumah FTB VI, Unmul akan memberikan penampilan terbaik. Selain ingin tampil sebagai juara, Unmul juga tak ingin mengecewakan suporter yang dipastikan memadati festival kesenian internasional tersebut.

“Kami akan membuka seleksi tim tari yang mewakili Unmul. 14 fakultas berhak mengirimkan perwakilan,” kata Encik. Menurut dia, FTB VI yang digelar pada 19–24 September mendatang merupakan event prestisius. Menjadi wakil Unmul adalah kebanggaan bagi para mahasiswa di kampus yang berdiri pada 1962 tersebut. Apalagi, kuota tim tari hanya tersedia untuk 20 orang. Persaingan dipastikan semakin ketat. “Seleksi di akhir Maret, bagi mahasiswa yang berminat persiapkan diri, latihan dari sekarang,” tutur guru besar Fakultas Pertanian itu.

Ia menjelaskan, FTB VI bakal diikuti puluhan perguruan tinggi se-Borneo. Mulai dari Serawak, Malaysia hingga Brunei Darussalam. “Festival ini jadi salah satu tolok ukur kemampuan kreativitas seni tari mahasiswa di forum internasional,” ujarnya. Kegiatan yang baru pertama kali digelar di Kaltim itu bakal digelar meriah oleh Kampus Hijau. Tak ingin mengecewakan, Encik selaku pembina panitia mengaku sudah menyiapkan venue, penginapan, dan field trip keliling Samarinda. Peserta bakal dijamu senyaman mungkin.

“Saat ini kami sedang menjalin komunikasi dengan pemkot dan pemprov untuk menyukseskan festival yang bisa menjadi ajang promosi kebudayaan Kaltim di antara perguruan tinggi tersebut,” tambah dia. Khusus, field trip, peserta bakal diajak mengenal sejarah dan kekhasan ibu kota Kaltim, Samarinda. Seperti mengunjungi Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, kampung tenun, wisata belanja oleh-oleh khas Bumi Etam di Pasar Citra Niaga, dan masjid tertua Masjid Shiratal Mustaqiem. “Kami ingin memberikan yang terbaik, dosen, mahasiswa, dan pegawai semua kami libatkan untuk memberikan kesan terbaik kepada para peserta,” bebernya.

Sejak tahun 2015, kita akan memasuki era masyarakat asean (ASEAN Community). Jika kita melihat ASEAN yang anggotanya terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand,  Brunei Darussalam, Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam dan Timor Leste, maka berdasarkan letak geografisnya pulau Borneo ini memiliki posisi yang strategis karena berada di tengah-tengah dan terdiri 3 negara. Ini berarti sesungguhnya, jika kita bicara  masyarakat ASEAN, sesungguhnya masyarakat pulau Borneo termasuk komunitas yang representatif diantara keseluruhan anggota ASEAN, baik itu dari sisi geografisnya maupun sosial budaya masyarakat/warga negara yang memiliki keberagaman yang harmonis. Semoga pertemuan malam ini menjadi langkah awal kita untuk menjadi satu masyarakat ASEAN, dapat meningkatkan silaturahim dan kolaborasi kita tidak hanya pada bidang seni tapi juga pada bidang-bidang strategis lainnya.

Bidang seni merupakan aspek yang penting dalam pendidikan. Berkaca dari sistem pendidikan di negara maju seperti Jepang, mereka menilai betapa pentingnya untuk menjadi bagian dari bangsa yang terdepan, dapat memberikan pengaruh/kontribusi terhadap dunia. Dalam sistem pendidikannya, pemerintah Jepang berkeinginnan agar pendidikan tidak hanya mengembangkan aspek teknologi dan sains saja, namun bidang ilmu lainnya, seperti: seni, budaya, filsafat, harus dan wajib diberikan kepada para peserta didik. Menarik pelajaran dari sistem pendidikan negara maju, malam ini kita melaksanakan salah satu hal yang penting dalam sistem pendidikan untuk menjadi bagian dari bangsa terdepan, yakni mengembangkan aspek pendidikan seni. (artikulan.blogspot.com)

Gelaran Festival Tari Borneo VI, Unmul Incar Juara Umum

Festival Tari BorneoFestival Tari Borneo (FTB) VI di Universitas Mulawarman (Unmul) sebentar lagi berlangsung. Panitia penyelenggara memastikan hajatan prestisius antar perguruan tinggi di negara serumpun di tanah Kalimantan, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia bakal disambut meriah. Pelbagai persiapan terus dirampungkan Kampus Hijau, sebutan Unmul.
Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Unmul La Hasan menerangkan, FTB VI sisa 54 hari lagi. Hajatan kesenian antarbangsa di Pulau Kalimantan tersebut tetap dilaksanakan sesuai jadwal, yakni 19–24 September di GOR 27 September, Kampus Gunung Kelua, Unmul.
“Panitia sudah sangat siap menyambut FTB VI,” tegas La Hasan.
Dia menuturkan, saat ini tim tari Unmul hasil seleksi dari 14 fakultas yang bakal bertanding di ajang FTB VI terus menggelar latihan intensif. Harapannya, Unmul selaku tuan rumah bisa menyabet gelar juara umum.
“Kalau jadi tuan rumah harus semangat. Kami optimistis bisa juara di berbagai kategori yang dilombakan,” ucap dia.
Disinggung soal anggaran pelaksanaan FTB VI, dia menyatakan, Unmul perlu dana sekitar Rp 1 miliar. “Ya, untuk semua keperluan mulai penyambutan peserta, hadiah, hingga penutupan,” katanya. (*/him/*/ndy/k8)

Unmul Tuan Rumah Festival Tari Borneo VI Tahun 2016

eUniversitas Mulawarman (Unmul) ditunjuk dan dipercaya menjadi Tuan Rumah Festival Tari Borneo (FTB) VI pada September 2016 mendatang. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Dr. Ir. Encik Akhmad Syaifudin, MP mengatakan, FTB VI akan diikuti perwakilan dari masing-masing Peguruan Tinggi se-Borneo diantaranya Brunei Darussalam, Sarawak, Sabah Malaysia, dan wilayah se-Kalimantan. Continue reading →