Panggung Festival Tari Borneo (FTB) VI tahun 2016, di Gelanggang Olahraga (GOR) 27 September Universitas Mulawarman (Unmul)  tempat kompetisi ajang tari Negara serumpun di kawasan Borneo tersebut, mendadak menampilan sebuah binatang berkaki jamak dalam ukuran besar. Binatang tersebut lazim disebut lipan atau kelabang.

016A2932

Dalam pementasan tari yang dihadiri ratusan penonton ini, tentu Lipan raksasa yang dimaksud bukan dalam wujud sebenarnya, melainkan lipan yang ditampilan tim tari FTB Unmul ini adalah sebuah replika sebagai properti pendukung dalam penampilan tari kreasi berjudul “Danau Lipan Bercahaya”.

Menutup penampilan terakhir, Rabu, (21/09), 16 penari dari Kampus Gunung Kelua, mengangkat cerita rakyat Kalimantan Timur yaitu legenda Danau Lipan. Tenggelamnya kapal bangsawan China beserta prajuritnya karena keganasan lipan jelmaan putri bernama Aji Bidara Putih yang kemudian membentuk daratan dan danau yang disebut Danau Lipan.

016A2905

Senada dengan kostum yang digunakan, dalam cerita, bangsawan China melamar Aji Bidara Putih namun lamarannya di tolak. Karena hal tersebut, bangsawan China beserta prajuritnya menyerbu Aji Bidara Putih. Diketahui, Danau Lipan terletak di kecamatan Muara Kaman kurang lebih 120 km di hulu Tenggarong ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Meskipun bernama Danau, daerah tersebut bukanlah Danau, namun merupakan sebuah daerah padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu.

Setelah dua hari berlangsung, malam ini, Kamis, (22/09), perhelatan FTB VI akan berlanjut dengan malam anugerah dengan agenda pengumuman juara umum, penerima anugerah koreografi, musik, busana, tarian serta penyerahan hadiah juga pengumuman tuan rumah FTB berikutnya. (hms/frn)